Parkinsonisme? Samakah dengan Parkinson?

Banyak orang mengenal Parkinson sebagai salah satu gangguan saraf yang menyebabkan tubuh menjadi kaku, gerakan melambat, dan muncul tremor (gemetar). Namun, ada istilah lain yang sering terdengar mirip, yaitu Parkinsonisme. Walaupun kedengarannya sama, keduanya tidak selalu berarti hal yang sama.

 

Apa Itu Parkinson?

Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif (gangguan saraf progresif) yang terjadi karena sel-sel otak penghasil dopamin di area bernama substantia nigra mengalami kerusakan atau kematian. Dopamin sangat penting untuk mengatur gerakan tubuh, sehingga kekurangan dopamin menimbulkan gejala khas yang bisa disingkat menjadi TRAP, yaitu:

 

  • Tremor saat istirahat (gemetar di tangan dan kaki)
  • Rigiditas atau kekakuan pada otot tubuh
  • Akinesia atau Bradikinesia (gerakan lebih lambat dari biasanya)
  • Postur tubuh yang tidak seimbang

 

Apa Itu Parkinsonisme?

Parkinsonisme adalah istilah umum untuk menggambarkan sekumpulan gejala yang mirip dengan Parkinson, tetapi penyebabnya bisa berbeda-beda. Artinya, tidak semua orang dengan parkinsonisme mengalami gangguan Parkinson.

 

Namun, penyebab dan jenis parkinsonisme bisa bermacam-macam, misalnya:

 

  • Parkinsonisme akibat obat
    Beberapa obat, umumnya obat antipsikotik, dapat mengganggu fungsi dopamin sehingga muncul gejala mirip Parkinson [1].

 

  • Parkinsonisme vaskular
    Jenis parkinsonism yang disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada pembuluh darah otak seperti stroke, yang memicu gejala-gejala seperti Parkinson [2].

 

  • Parkinsonisme atypical lainnya
    Contohnya Multiple System Atrophy, Progressive Supranuclear Palsy (PSP), dan Corticobasal Degeneration (CBD). Kondisi ini pada umumnya berkembang lebih cepat dan responnya terhadap obat Parkinson (levodopa) lebih rendah [1].

 

Parkinson sendiri termasuk sebagai parkinsonisme primer atau typical, biasanya berkembang secara perlahan dengan penyebab yang belum diketahui dan membutuhkan bantuan obat atau terapi jangka panjang. Salah satu faktor yang membedakan Parkinson dengan parkinsonisme adalah respons terhadap obat levodopa, dimana Parkinson memberikan respon yang jelas dan signifikan dibandingkan parkinsonisme pada umumnya [1].

 

Perbedaan Terapi Parkinson dengan Parkinsonisme

Salah satu terapi yang umum diberikan kepada penyintas Parkinson adalah menggunakan obat levodopa untuk mengurangi gejala. Namun, seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa terapi obat levodopa untuk parkinsonisme memiliki efektivitas yang jauh lebih rendah dibandingkan Parkinson [1]. Selain itu, terapi menggunakan alat bantu DBS juga pada umumnya diberikan untuk typical parkinsonisme dan tidak dianjurkan untuk atypical parkinsonisme [3]. Ada baiknya identifikasi Parkinson atau parkinsonisme serta bentuk terapi yang tepat dapat didiskusikan bersama dengan dokter spesialis saraf untuk mencapai solusi kehidupan yang lebih baik untuk penyintas.

 

Referensi

  1. Hayes, M. T. (2019). Parkinson’s disease and parkinsonism. The American journal of medicine, 132(7), 802-807. https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2019.03.001
  2. Udagedara, T. B., Dhananjalee Alahakoon, A. M., & Goonaratna, I. K. (2019). Vascular Parkinsonism: A Review on Management updates. Annals of Indian Academy of Neurology, 22(1), 17–20. https://doi.org/10.4103/aian.AIAN_194_18
  3. Artusi, C. A., Rinaldi, D., Balestrino, R., & Lopiano, L. (2022). Deep brain stimulation for atypical parkinsonism: A systematic review on efficacy and safety. Parkinsonism & related disorders, 96, 109–118. https://doi.org/10.1016/j.parkreldis.2022.03.002
Share To :

Artikel Terkait

Bagi banyak orang kopi, teh, atau minuman berkafein lainnya sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun,

Epilepsi adalah kondisi gangguan pada otak yang membuat seseorang mengalami bangkitan (serangan) berulang. Untuk mengendalikan bangkitan

Epilepsi adalah gangguan otak yang ditandai dengan bangkitan berulang. Bangkitan, atau yang lebih umum dikenal masyarakat

Scroll to Top