Kurang tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memicu munculnya epilepsi. Bagi survivor epilepsi, menjaga pola tidur yang baik menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena kaitannya cukup erat dengan frekuensi kambuhnya gejala.
Tidur dan Epilepsi: Siklus Dua Arah?
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya bangkitan (kejang) epilepsi. Hal ini terjadi karena kurangnya waktu tidur dapat memengaruhi aktivitas listrik di otak, sehingga memicu munculnya aktivitas listrik yang abnormal. Menariknya, hubungan ini juga berlaku sebaliknya, epilepsi sendiri dapat mengganggu kualitas tidur seseorang, sehingga menciptakan siklus yang saling memengaruhi antara gangguan tidur dan bangkitan epilepsi.

Untuk menjaga kualitas tidur tetap baik, survivor epilepsi disarankan untuk memiliki jadwal tidur yang konsisten setiap harinya dengan durasi yang cukup. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter, khususnya di malam hari, juga dapat membantu menjaga kualitas tidur tetap optimal. Selain itu, menjaga kenyamanan lingkungan sekitar tempat tidur serta kondisi mood atau suasana hati juga berperan penting dalam mengurangi risiko bangkitan epilepsi. Dengan memperhatikan kombinasi hal-hal tersebut, survivor epilepsi dapat lebih menjaga kualitas tidurnya dan mengurangi risiko kambuhnya gejala.
